Posted September 25, 2014 by kkik in Berita

Buku Pintar Keamanan dan Kedaulatan Laut Diluncurkan

Dr. Dicky R. Munaf Buku 1
Dr. Dicky R. Munaf Buku 1


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Buku pintar keamanan dan kedaulatan laut Indonesia diluncurkan. Karya berjudul “Geopolitik dan Geostrategi Keamanan dan Kedaultan Laut” diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dan ditulis oleh Dicky R. Munaf Ph.D, dan Laksda TNI Susanto, Dosen di Lemhanas.

Peluncuran buku dilakukan secara sederhana di hadapan peserta Focus Group Discussion (FGD) “Penjaga Poros Maritim dengan Sistem Deteksi Dini: Bakamla 2014-2018 Melalui Amandemen UU Nomor 6 Tahun 1996 Tentang Perairan dan Bakamla 2019-dst Melalui RUU Kelautan,” di Hotel Harmoni, Batam, Rabu (10/9/2014).

Secara simbolis, Dicky R Munaf menyerahkan buku tersebut kepada Kalakhar Bakorkamla RI, Laksdya TNI Desi Albert Mamahit, yang kemudian memberikan kepada para wartawan yang diwakili Fadli dari The Jakarta Post. Penyerahan disaksikan moderator FGD, AM Putut Prabantoro, konsultan komunikasi Bakorkamla RI.

Dalam penjelasannya, Dicky R Munaf mengatakan, letak wilayah yang sangat strategis, ancaman dunia terhadap keamanan dan kedaulatan laut Indonesia sangatlah nyata. Karenanya sistem deteksi dini (SDD – early warning system) atas laut merupakan keharusan yang wajib dilakukan Pemerintah Indonesia.

Doktor (PhD) Mekanika Teoritis lulusan University of Pitsburgh, USA, menjelaskan lebih lanjut SDD akan memberi deterrence effect (efek jera) bagi pihak lawan serta menciptakan efisiensi kegiatan keamanan dan keselamatan di laut. Terciptanya keamanan dan keselamatan di laut tak bisa lepas dari terbangunnya kedaulatan negara di wilayah perairan Indonesia.

Buku ini menjelaskan tentang dinamika menyinergikan 12 stakeholders atau pemangku kepentingan yang mempunyai tugas di bidang keamanan dan keselamatan laut sesuai dengan amanat Perpres No. 81 Tahun 2005 tentang Pembentukan Bakorkamla.

Proses menyinergikan ini menggiring penulis untuk berkreasi menemukan metode-metode baru dalam pelaksanaan menjaga lautan Nusantara antara lain dimulainya era pengawasan perairan Indonesia dengan teknik informasi dan komunikasi khususnya dalam hal penggunaan satelit dan radar pantai serta AIS (Automatic Identification System) serta modus operasi baru yang bersifat “one for all” guna mencapai langkah kerja yang lebih efektif dan efisien.

Diharapkan buku ini dapat berguna bagi para akademisi untuk menemukenali samudera sains, teknologi dan kemanusiaan dalam pengelolaan Keamanan dan Keselamatan Perairan Indonesia serta bagi praktisi guna lebih berperan aktif dalam upaya menyinergikan kapasitas dan kapabilitas dalam instansi pemerintah yang menangani keamanan dan keselamatan laut.

Dua Pesan Penting

Terkait dengan penerbitan buku ini, ada dua pesan penting yang diletakkan di sampul belakang bagian luar yang berasal dari alinea keempat Pembukaan UUD 1945 dan tulisan Presiden Soekarno yang termuat dalam buku Di Bawah Bendera Revolusi.

“ ……. Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan Kemerdekaan, Perdamaian Abadi dan Keadilan Sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia …..” (Alinea keempat Pembukaan UUD 1945)

Benar, siapakah orang Indonesia yang tidak hidup semangatnya, kalau mendengar kebesaran Melayu dan Sriwijaya, kebesaran Mataram, kebesaran Jaman Sindok dan Erlangga dan Kediri dan Singasari dan Majapahit dan Pajajaran, – kebesaran Bintara, kebesaran Banten, kebesaran zaman Sultan Agung?

Siapakah orang Indonesia yang hatinya tidak memukul-pukul dan berdebar-debar kalau ia mendengarkan riwayat, bahwa benderanya di zaman bahari dijumpai dan dihormati orang sampai ke Madagaskar, ke Iran dan Tiongkok?

Tetapi cukupkah kita hanya mencintai kebesaran kuno itu saja, hanya kagum kepada kebesaran purbakala itu saja, zonder mengindahkan hukum dinamikanya masyarakat, yang selalu berubah, selalu berevolusi ? (Soekarno – Di Bawah Bendera Revolusi (jilid satu, cetakan keempat, halaman 621, 1965)

Tentang Penulis

Ir. Dicky R Munaf, M.SCE., Ph.D. Pria kelahiran Bandung tahun 1961 adalah Ketua Kelompok Keahlian Ilmu Kemanusiaan FSRD-ITB sejak November 2013. Ia adalah Doktor (PhD) Mekanika Teoritis lulusan University of Pitsburgh, USA pada 1990 dan Master of Science in Civil Engineering, Carnegie Mellon University Tahun 1987. Pada Juni 1996 pernah menjadi Sekretaris Komite Internasional ACI-125 (American Concrete Institute) untuk Pengembangan Infrastruktur Ekstraterrestial dan Ruang Angkasa (Bulan & Mars) bersama Professor Woo dari Northwestern University, USA.

Dosen ITB sejak tahun 1984 ini juga tercatat sebagai Finalis ASEAN Outstanding Scientist Award, Wibawa Seroja Nugraha (Lulusan Terbaik Lemhanas KRA 32), Habibie Award Bidang Rekayasa, Satya Lencana Wira Karya, Satya Lencana Pembangunan, Dosen Teladan Ke-1 Tingkat Nasional dan Dosen Teladan Ke-1 ITB.


kkik